Bawa Offset Harimau, Warga Linggau Dibekuk

oleh
252 Kali Dibaca

SAROLANGUN – Lantaran membawa Harimau yang sudah di offset, satu dari tiga warga harus menjalani proses hukum di Polres Sarolangun. Satu pelaku tersebut yakni Nur Ifdan (51), warga yang berdomisili di Jalan Garuda RT 02 Kelurahan Tanjung Indah Kecamatan Lubuk Linggau Barat I Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan, diamankan.

Penangkapan terhadap kepemilikan offset Harimau ini dilakukan Senin (19/12) sekitar pukul 22.00 Wiib. Ketika itu, Ifdan bersama dua orang lainnya yakni Edi dan Puji yang menggunakan truk Nopol BG 8125 GC, sedang berhenti di Pasar Singkut Kelurahan Singkut Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Disaat bersamaan, anggota Polisi sedang melakukan patrol guna melakukan penangkapan terhadap mobil yang membawa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dikatakan Kapolres Sarolangun AKBP Bostang P, petugas yang sedang berpatroli curiga dengan barang bawaan truk tersebut. Selanjutnya, petugas langsung melakukan pemeriksaan, alhasil ditemukan 1 ekor Harimau yang sudah di offset. Harimau tersebut dibungkus dalam karung warna putih dan kardus. Sementara barang lainnya yakni organ tunggal.

“Kita lakukan pemeriksaan terhadap dokumen kepemilikan Harimau Offset itu,” ujar Kapolres.

Atas penemuan ini, Polisi langsung membawa tiga warga ke Mapolres Sarolangun guna dimintai keterangan. Selanjutnya, satu warga yakni Ifdan mengakui jika Harimau Offset itu merupakan miliknya. Selain itu, Polisi juga mendapatkan 1 lembar Surat Keterangan Bukti Pendaftaran Satwa dan atau Bagian-Bagiannya dari Dephut Kanwil Provinsi Sumatera Selatan Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan Sub Seksi Konservasi Sumber Daya Alam Musi Rawas atas Nama Nur Ifdan dan surat itu ditandatangani Kepala Sub Seksi KSDA MURA atas nama Syamsul Kamal tertanggal 27 Juli 1997.

“Dokumen itu sudah lama tidak berlaku. Jadi Nur Ifdan kita amankan guna mempertanggungjawabkan kepemilikan Harimau yang sudah di offset,” kata Kapolres.

Terkait dengan dua warga lainnya, Kapolres Sarolangun menyebutkan jika satu warga hanya sebagai sopir mobil dan satu lagi hanya kernet. “Tidak ada keterlibatan mereka dalam kepemilikan Harimau Offset ini. Harimau Offset ini rencananya akan dibawa ke Jambi dan dijua dengan harga Rp 50 Juta,” jelasnya.

Terkait kepemilikan Harimau Offset itu, Bostang menyebutkan jika pelaku Nur Ifdan dilanggar dengan Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) ke 2 UU RI No 05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya.
“Kita ancan dengan pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 Juta,” tutup Bostang. (vio)