Gubernur Diminta Turun Tangan, Jembatan Jelatang Makin Parah

oleh
333 Kali Dibaca

MERANGIN – Kegiatan pembangunan jembatan konvensional dengan alokasi dana APBD Provinsi Jambi di Desa Jelatang hingga saat ini belum selesai dikerjakan. Hanya saja, sampai saat ini keberadaan jembatan penghubung yang tepat disamping pembangunan tersebut kondisinya semakin parah.
Informasi yang dihimpun, sudah cukup banyak warga dan anak-anak yang terjatuh ketika melintas dijembatan tersebut. Sebab, lantai papan yang menjadi landasan jembatan sudah banyak yang hancur dan berlobang. “Sudah cukup banyak korban disini, sepeda motor sangat sulit melewatinya. Sementara jembatan konvensional yang dibangun disamping jembatan ini tak juga selesai sejak tahun 2016 lalu dikerjakan,” ungkap Pemantau Intra Win, Firdaus H Sianturi.

Meski hal itu merupakan kegiatan pembangunan yang dialokasikan dari APBD Provinsi Jambi, seharusnya menjelang selesainya jembatan konvensional. Pihak rekanan tentu sudah seharusnya melakukan perbaikan jembatan yang lama. Harusnya, menjelang selesainya jembatan yang baru, rekanan yakni PT RAL harus memperbaiki jembatan yang lama. Minimal agar bisa dilewati dengan aman oleh masyarakat. “Ini satu-satunya jembatan penghubung di masyarakat. Seharusnya jelang selesai yang lama diperbaiki ringan lah, jangan dibiarkan berlobang seperti ini. Sudah banyak anak-anak dan warga yang menjadi korban. Apakah harus nunggu ada yang terjatuh dan meninggal baru Pemerintah memperbaiki jembatan ini,” tegasnya.

Untuk itu Firdaus menyebutkan sudah seharusnya Gubernur Jambi H Zumi Zola melek dan melihat langsung kondisi riil yang dirasakan masyarakat Desa Jelatang ini. Hal ini dikarenakan, kegiatan pembangunan jembatan konvensional tersebut sampai sekarang tak kunjung selesai.
“Kita minta Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi serta Dinas PU Provinsi menyikapi hal ini. Jangan hanya mengalokasikan pembangunan tapi kegaitannya tak selesai juga sejak tahun lalu. Kita minta turun tangan lah, jangan duduk-duduk dikantor. Ini untuk masyarakat pak,” ungkapnya. (fjea)