Kajari: Kalau tak Bisa Dibina, Ya Dibinasakan

oleh
664 Kali Dibaca

MERANGIN- Penggunaan Dana Desa (DD) yang diterima oleh seluruh Desa bakal diawasi ketat. Pasalnya sesuai dengan intruksi Presiden, kegunaan Dana Desa ini harus tepat sasaran.
Untuk itu ratusan Kepala Desa (Kades) di Merangin diberikan sosialisasi Dana Desa yang dilakukan oleh Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah(TP4D) di Aula Kantor Kejari Merangin. Kegiatan ini ternyata dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Sosialisasi ini para kepala desa (Kades) diberi pemahaman tentang pengelolaan dana desa dan TP4D. Tujuannya agar para kades bisa mengelola dana ini dengan benar,” ujar Bupati Merangin H Al Haris.

Pada kesempatan ini, Bupati juga sempat mengabsen para kades yang hadir. Para Camat juga diintruksikan untuk mencatat Kades-nya yang tidak hadir pada acara yang sangat penting tersebut. Dana desa tegas Bupati, harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Dana ini diawasi langsung oleh Presiden RI. Bupati sangat memberikan apresiasi kepada Kejari Merangin yang telah menggelar acara sosialisasi tersebut.

Kajari Merangin Haryono menambahkan, Kejari Merangin siap mendampingi, membina dan membimbing para kades, sehingga mampu mengelola dana desa ini dengan baik dan benar. Penggunaan dana desa lanjut Haryono, ada ketentuan dan aturan dalam penggunaannya. Untuk itu sosialisasi penggunaan dana desa dengan baik dan benar ini sangat penting dilakukan, sehingga para Kades tidak salah kaprah dan melakukan penyimpangan.

“Kedepannya sosialisasi ini akan terus berlanjut, nanti ada giliran saya sendiri bersama Pak Bupati dan Pak Kapolres menjadi narasumbernya, sampai para kades benar-benar paham dalam penggunaan dana desa ini,” terang Kajari.
Dana desa tersebut sambung Kajari, tentunya akan terus bertambah dari tahun ke tahunnya. Hal ini jika penerapan dana desa tepat sasaran untuk pembangunan desa. Untuk itu Kejari Merangin terus melakukan bimbingan dan pembinaan. “Tapi jika kades tidak bisa dibimbing dan dibina, akan kita binasakan dengan proses hukum,” tegas Kajari. (fjea)