Setiap Tahun, IPM Merangin Meningkat

oleh
763 Kali Dibaca

MERANGIN – Ukuran keberhasilan kualitas pembangunan manusia, tentu terlihat langsung dengan capaian Indek Pembangunan Manusia (IPM). Saat ini diketahui IPM Merangin dalam kategori sedang bukan rendah.

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Kabupaten Merangin, Agus. Diungkapkn Agus ada empat indikator pembentukan IPM yakni angka harapan hidup,harapan lama sekolah,rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita.

“Membangun IPM tak bisa instan dalam 5 tahun, karena melalui proses panjang, kondisi IPM Merangin hari ini adalah akumulasi proses pembangunan dari kepemimpinan pemerintah daerah sebelumnya,” ungkap Agus.

Menurut Agus, di Merangin indikator harapan hidup tahun 2016, di angka 70, 93 persen. Raihan ini naik dari tahun 2015 yakni hanya 70,92 persen. Selanjutnya Indikator harapan lama sekolah pada tahun 2015 sebesar 11,83 persen, naik di angka 11,87 pada tahun 2016.

“Indikator lama sekolah tahun 2015 sebesar 7,08 persen dan naik menjadi 7,44 persen. Indikator pengeluaran perkapita di Merangin tahun 2015 sebesar Rp.9.456,- dan di tahun 2016 naik menjadi Rp.9.644,-,” jelas Agus.

Selanjutnya dari akumulasi persentase, empat indikator tersebut didapat persentase IPM Merangin menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ketahun, seperti di tahun 2015 sebesar 67,15 persen dan mengalami peningkatan pada tahun 2016 menjadi 67,86 persen.

“Dari ketegori yang ditetapkan BPS, IPM pada angka 67 persen ini dikategorikan sedang bukan rendah sebagaimana yang diberitakan akhir-akhir ini,” urainya.

Agus menjelaskan data tentang rata-rata pertumbuhan ekonomi kabupaten Merangin pada tahun tahun 2014 sebesar 7,13 persen, sementara provinsi Jambi 7,35 persen dan nasional hanya 5,01 persen.

“Pada tahun 2015, rata-rata pertumbuhan ekonomi Merangin sebesar 5,4 persen, provinsi jambi 4,21 persen dan nasional 4,88 persen. Angka pertumbuhan ekonomi Merangin diatas pertumbuhan ekonomi provinsi Jambi dan Nasional,” ujarnya.

Sementara itu, pada tahun 2016 rata-rata pertumbuhan ekonomi kabupaten Merangin terus meningkat menjadi sebesar 6,21 persen. Untuk provinsi Jambi masih di angka 4,37 persen dan nasional 5,02 persen. Walaupun pertumbuhan ekonomi Merangin berada diatas provinsi dan nasional ungkap Agus, tetap tidak dapat mempengaruhi penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

“Ini dikarenakan faktor unggulan kabupaten Merangin bidang perkebunan dan pertanian mengalami penurunan. Terutama sektor pekebunan karet yang sudah lama jatuh dibawah harga normal dan sektor perkebunan sawit yang tidak stabil,” imbuhnya.

Namun, menurut Agus di kabupaten Merangin sektor unggulan lain, seperti kopi dan kayu manis mengalami kenaikan. (boy)

Redaktur Fia_24