Difasilitasi Bina Marga,  SAL dan shogun Komitmen Perbaikan Jalan Ma Delang-Gading Jaya

oleh
911 Kali Dibaca

MERANGIN – Berkali-kali melakukan pertemuan guna membahas penanganan tambahan kerusakan ruas jalan Muara Delang-Gading Jaya. Akhirnya dua perusahaan yang bergerak di pengolahan kelapa sawit yakni PT Shogun dan PT SAL menemukan kata sepakat. 

Kesepakatan itu tercipta pasca Bidang Bina Marga Dinas PUPR Merangin menghadiri pertemuan dengan pihak perusahaan,  Camat Tabir Selatan dan Kades Sinar Gading . Bahkan kesepakatan itu ditandatangani dan dituangkan dalam berita acara.

Kesepakatan itu,  berupa pihak PT Shogun sepakat akan membantu mengalokasikan material untuk penanganan ruas jalan yang akan dibangun sebanyak 50 persen dari kebutuhan.  Sementara PT SAL akan mengalokasikan alat berat dan 50 persen kebutuhan material. Sedangkan pihak rekanan yang sedang mengerjakan kegiatan rabat beton dilokasi itu membantu dalam hal teknis. Kemudian, pihak Desa Sinar Gading melakukan pencatatan dan mengawasi material yang dialokasikan perusahaan. Kegiatan tambahan diluar kontrak kerja pembangunan infrastruktur ini dilakukan lantaran landasan pembangunan lanjutan rabat beton dilokasi itu terhambat. Pondasi jalan semakin rusak parah dan berlobang lantaran terus dilalui mobil CPO dari dua perusahaan itu. 

“Sesuai kesepakatan kegiatan tambahan dari perusahaan ini kita berikan waktu satu minggu. Kalaupun tidak dilakukan, mobil CPO dan angkutan yang lebih dari tonase jalan akan kita stop untuk melintas. Hanya diperbolehkan kendaraan berkapasitas 2 ton saja,” tegas Kabid Bina Marga Dinas PUPR Merangin,  Aspan. 

Kebijakan tegas ini diambil lantaran sudah dilakukan pertemuan berkali-kali dengan pihak perusahaan. Tetapi sampai hari ini kondisi lantai jalan semakin parah. Selanjutnya Aspan menjabarkan, pasca dilakukannya pembangunan rabat beton tersebut, ia menegaskan agar pihak perusahaan mengatur kembali tonase CPO yang melintas dilokasi itu. 

“Sesuai anjuran dan kekuatan kontruksinya, jalan kabupaten hanya berkapasitas 6 ton, jalan provinsi berkapasitas 8 ton dan jalan nasional 14 ton. Itu sudah ketentuan secara nasional. Dan pemanfaatan pembangunan infrastruktur ini untuk kepentingan semua masyarakat, ” jelasnya. 

Selain itu dikesempatan itu Aspan juga menekankan agar pihak perusahaan segera melakukan kegiatan di lokasi. Minimal saat ini akses lalu lintas kendaraan bisa lancar dan aman. Sementara itu, dengan kondisi saat ini pihak rekanan tidak bisa melanjutkan kegiatannya. Padahal waktu pekerjaan hanya 214 hari artinya pada Agustus nanti kegiatan tersebut selesai dilaksanakan. (jea) 

Redaktur : Fia_24