Rp 7 M Lebih, 20 Desa Kebagian Pamsimas Tahun 2018

oleh
681 Kali Dibaca

MERANGIN – Keberhasilan pemanfaatan program Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Tahun ini Kabupaten Merangin kembali mendapatkan program tersebut.

Kepastian tersebut usai keluarnya Keputusan Dirjen Cipta Karya No 13/KPTS/DC/2018 tanggal 29 Januari 2018 tentang Penetapan Desa Sasaran Program Penyediaan Sarana Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2018 tahap I. Selanjutnya alokasi program ini sesuai dengan dokumen daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) pembangunan infrastruktur pemukiman kabupaten Merangin Nomor.SP DIPA-003.05.1.501980/2018 tanggal 28 Juni 2018.

Sesuai dengan keputusan itu, dipastikan jika 20 desa di 20 Kecamatan di Kabupaten Merangin tahun 2018 mendapatkan alokasi pembangunan Pamsimas sebesar Rp 7.080.460.000,-. Alokasi kegiatan yang dititik beratkan pada desa itu bervariasi dengan anggaran perdesa rata-rata Rp 350 Juta.
Khusus dari alokasi APBN akan digelontorkan anggaran mencapai Rp 5.6 Miliar sedangkan dari alokasi APBD Merangin dialokasikan Rp 1.480.460.000,-.

Dibincangi BeritaVille.com, Ketua Satker Pamsimas Merangin Aspan menyebutkan bahwa program ini mulai dilaksanakan pada Senin, pekan depan. Program ini kata Aspan merupakan program penyediaan fasilitas air bersih namun tetap mengedepankan pemberdayaan masyarakat.

“Kita tidak hanya mengelontorkan anggaran, tetapi juga menciptakan fasilitas air bersih yang melibatkan masyarakat, “kata Aspan.

Secara keseluruhan sejak periode tahun 2014-2018, Merangin sudah melaksanakan Pamsimas di 63 Desa yang tersebar pada 22 Kecamatan. Walau demikian, diakui Aspan masih terdapat kegiatan Pamsimas yang secara teknis belum berfungsi optimal.”Kegiatan ini terdapat di 4 desa, “rincinya.

Kendala teknis itu seperti galian sumur bor yang kurang tepat. Ada juga sistim grafikasi yang sumber airnya kering karena adanya pembabatan hutan dan musim kemarau.
“Terkait empat desa ini, Pemkab Merangin bersama Pemerintah Pusat akan tetap melakukan optimalisasi dengan menggunakan APBD dan DAK bidang air bersih, “jelas Aspan.

Selain itu, fasilitas Pamsimas yang sudah dibangun bisa menjadi cikak bakal PAD Desa. Ini sebut Aspan sudah diterapkan beberapa desa. Dimana pada desa tersebut memasang meteran air di rumah warga, dan warga hanya membayar Rp 10 Ribu. “Dari pembayaran warga itu bisa membayar operasional pengurus dan penggantian pipa yang rusak. Dan tetap ada pemasukan untuk PAD Desa. Ini yang kita harapkan agar desa memanfaatkan celah ini tetapi tetap sesuai dengan aturan yang berlaku, “tutupnya.(jea)

Redaktur : Fia_24