Bersama Presiden RI, Bupati Al Haris Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

oleh
338 Kali Dibaca

JAKARTA – Bupati Merangin H Al Haris terus berupaya mengelola perekonomian daerah secara cermat dan penuh perhitungan. Tak heran bila akhirnya perekonomian Kabupaten Merangin dalam lima tahun terakhir bisa tumbuh pesat.

Kerja keras itu dipastikan berdampak pada terdorongnya laju pertumbuhan ekonomi nasional. Dimana daerah-daerah lain di Indonesia juga terpacu untuk meningkatkan perekonomiannya.

“Berbagai upaya telah kita lakukan, mulai dari meningkatkan kesejahteraan para petani, sampai memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), “ujar Bupati usai diterima Presiden RI Jokowi di Istana Bogor pada Selasa (31/7).

Semua itu lanjut Bupati H Al Haris, semata-mata untuk meningkatkan perekonomian kerakyatan. Hal ini seiring dengan keinginan Presiden, agar para Bupati bisa mengelola perekonomian didaerahnya dengan cermat dan hati-hati. Sebab, bila terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi di kabupaten, kota dan provinsi tersebut, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam pidato pembukaan acara yang dihadiri 33 Bupati itu, Presiden RI Jokowi mengatakan, pertemuan seperti ini penting untuk mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Agar Bapak-Ibu Bupati mengetahui langkah-langkah yang dilakukan pemerintah pusat, mulai dari kabupaten, kota dan provinsi dan permasalahan bisa kita selesaikan bersama-sama, “ujar Jokowi.

Pada pertemuan yang berlangsung khidmat itu, Jokowi menyinggung tiga topik. Pertama soal pertumbuhan ekonomi, Kedua soal perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang berimbas pada perekonomian Indonesia.

“Perang dagang Amerika dengan China ini menekan ekspor, menekan neraca perdagangan kita sehingga memerlukan kerja keras bersama agar ekonomi nasional tidak terganggu, “pinta Presiden.

Ketiga, Presiden menyinggung inflasi yang dinilainya masih dalam angka cukup aman pada tahun 2018 ini. Jokowi mengapresiasi para kepala daerah yang berkontribusi dalam hal inflasi rendah tersebut. (jea/hs)

Redaktur : Fia_24