Wow…Merangin Akan Dibangun Bendungan Terbesar di Sumatera

oleh
653 Kali Dibaca

MERANGIN – Setelah mega proyek Jembatan Merangin II dipastikan akan dibangun di Merangin. Kini pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipastikan kembali menggelontorkan anggaran Rp 1.2 Triliun. Alokasi anggaran yang dilaksanakan secara multiyears itu, untuk alokasi pembangunan bendungan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No: 993/KPTS/M/2016 tentang rencana pengelolaan sumber daya air wilayah sungai Batanghari. Pembangunan bendungan raksasa itu akan dilaksanakan di Desa Simpang Parit Kecamatan Renah Pembarap.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Merangin, Aspan. Dia menyebutkan bendungan ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk sumber air baku dengan kapasitas 2.000 ltr/dtk, kemudian mengaliri irigasi pertanian seluas 12 Ribu Hektar serta sumber PLTA dengan kapasitas 120 Mega Watt. Listrik itu bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik Merangin, Sarolangun serta kabupaten tetangga.

“Bendungan ini sangat penting bagi masyarakat di Merangin dan Provinsi Jambi. Sebab manfaatnya cukup besar ke masyarakat, “ungkap Aspan.

Disebutkannya, kegiatan pembangunan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Selanjutnya di tahun 2018 akan dilaksanakan pemenuhan beberapa persyaratan serta mulai pelaksanaan kontruksi. Syaratnya lokasi bendungan tersebut sudah masuk dalam RTRW serta ada SK dari Pemerintah Kabupaten Merangin untuk menetapkan nama bendungan tersebut.

“Setelah ini kita akan laporkan ke pak Bupati Merangin terkait SK nama bendungan tersebut. Untuk RTRW sedang dilakukan finishing, “sebutnya.

Secara teknis, bendungan ini fokus kegiatan fisik mulai tahun 2018 akhir. Selain bermanfaat bagi masyarakat luas, bendungan ini juga bisa dijadikan objek wisata. “Kegiatan ini semua dialokasikan oleh Kementrian PUPR. Pemkab Merangin tinggal mensupport saja. Ini murni alokasi APBN di Kementrian PUPR, “jelasnya.

Secara teknis bendungan ini sama dengan bendungan yang ada di Gajah Mungkur di Wonogiri dan Wonorejo di Tulung Agung. Sebab mega proyek ini secara fisik memiliki tinggi bendungan mencapai 80 meter dengan luas genangan mencapai 958 hektar dalam kondisi normal atau 1.202 hektar dalam kondisi banjir.

Kenapa lokasinya di Desa Simpang Parit? Aspan menuturkan hasil survei tim Kementrian PUPR, secara topografi sungai Batang Merangin di wilayah Simpang Parit memiliki dinding bebatuan alami dan tinggi. Teknisnya wilayah genangan air tidak akan melebar. Dan air naik mengikuti dinding bebatuan dikiri kanan sungai hingga ke wilayah hulu. Selain itu di hulu sungai ini terdapat Danau Kerinci yang menjadi suplai utama air baku.

“Potensi air bakunya cukup luas dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, “jelasnya.

Untuk itu, Aspan menyebutkan agar keseriusan Kementrian PUPR untuk pembangunan di Merangin tidak hanya di support dan didukung oleh Pemkab Merangin saja. Tetapi masyarakat juga mendukung penuh suksesnya pembangunan ini.

“Bendungan ini akan menjadi bendungan terbesar di Pulau Sumatera. Dan hanya Kabupaten Merangin yang mendapatkan alokasi kegiatan tersebut, “kata Aspan.

Secara teknis, tahap pembangunan bendungan telah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Kala itu, pemerintah pusat telah melakukan survey lokasi dan uji kelayakan. Di tahun 2018 ini, pemerintah telah melakukan desain tahap I. Selanjutnha di tahun 2019, pembangunan bendungan akan dilaksanakan desain tahap II. Sementara, diperkirakan akan selesai pada tahun 2022 mendatang.

Lebih lanjut dipastikan Aspan jika pembangunan bendungan ini tidak akan menyentuh geopark. Serta berada di lokasi yang berstatus hutan produksi. Selain itu, berdasarkan pertemuan pihak Kementrian PUPR ke Tokoh Masyarakat Provinsi Jambi Hasan Basri Agus (HBA), sangat mensupport kegiatan ini. Sebab selama ini kegiatan yang dialokasikan ke daerah selalu menemui kendala.
“Ini salah satu bentuk perhatian dari Kementrian PUPR untuk Kabupaten Merangin. Saya harapkan masyarakat serta lembaga pemerintah tingkat Camat dan desa serta masyarakat untuk menyambut baik investor yang masuk. Serta memfasilitasi dengan baik. Kegiatan ini untuk masyarakat luas, “jelasnya. (bca)

RedaktuR : Fia_24