Pamsimas Dikelola, Desa Disiapkan Reward Rp 400 Juta

oleh
690 Kali Dibaca

MERANGIN – Fasilitas pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang digelontorkan punya efek positif. Itu jika fasilitas Pamsimas dikelola dengan baik pasca diserahkan ke pihak desa.

Tak tanggung-tanggung, Satker Pamsimas menyediakan reward Rp 400 Juta. Reward itu dibagikan ke pihak desa yang berhasil memanfaatkan fasilitas tersebut untuk masyarakat. Tapi sebaliknya, bagi desa yang tak mampu mengelola fasilitas ini, dipastikan masuk dalam daftar hitam Satker Pamsimas.

“Desa yang baik pengelolaan Pamsimas-nya akan diberikan reward Rp 400 Juta di tahun 2019, ”kata Satker Pamsimas Merangin, Aspan.

Hal itu dilakukan karena, saat ini masih ada pihak desa penerima Pamsimas tidak mampu mengelola fasilitas itu dengan tepat. Aspan mencontohkan kondisi itu terjadi di Desa Rantau Limau Manis Kecamatan Tabir Ilir. Adanya gesekan pergantian Kepala Desa membuat fasilitas ini ‘mati suri’.

Satker menguraikan fasilitas Pamsimas di Desa Rantau Limau Manis selesai dibangun pada tahun 2015. Selanjutnya dilakukan uji fungsi kegiatan pada Selasa (22/3/2016). Setelah itu Pamsimas mulai beroperasi untuk masyarakat. Satker juga memastikan fasilitas Pamsimas itu sudah berfungsi pasca dilakukannya uji fungsi. Ketika uji fungsi dihadiri Kepala Desa Rantau Limau Manis Hasan Basri, Koordinator KKM Air Mandiri Alghazali dan Ketua BP-SPAMS Nasarudin serta tokoh masyarakat yakni M Nur.

“Setelah berfungsi langsung diserahkan ke desa. Itu disandingkan dengan berita acara dan dokumen serah terima Rabu (17/2/2016) berikut surat penyelesaian pelaksanaan kegaiatan pada 26 Februari 2016, ”jelas Satker.

“Ketidakharmonisan antara Kades yang lama dengan Kades yang baru, jadi Pamsimas yang jadi korban, ”urainya.

Diketahui pengelolaan Pamsimas di desa juga menjadi tanggungjawab pihak BP-SPAM. BP-SPAM itu dibentuk disetiap desa penerima Pamsimas. Tim ini yang bertugas dan bertanggungjawab bersama masyarakat. Kalau ada kerusakan skala kecil, bisa langsung diperbaiki. “Kalau kerusakan masuk dalam skala besar, BP-SPAM melapor ke Pamsimas Kabupaten. Sampai saat ini belum ada laporan kerusakan skala besar di Rantau Limau Manis itu. Fasilitas itu sudah menjadi aset desa dan ada peran Pemerintahan desa didalamnya. Seharusnya begitu, ”terang Aspan.

Terkait terjadinya kerusakan itu, Satker Pamsinas Merangin akan mengambil tindakan perbaikan. Tindakan ini hanya dilakukan sekali ini. “Kalau sudah diperbaiki dan fasilitas itu tak juga difungsikan sebagaimana harusnya. Maka akan kita hentikan. Tak hanya Pamsimas saja, tetapi terhadap kegiatan pemberdayaan di desa. Tidak ada kucuran lagi untuk desa yang masuk pada zona merah, ”tegas Satker.

Aspan juga menyampaikan BP-SPAM tetap melaporkan perkembangan pemanfaatan fasilitas Pamsimas. Laporan itu dilayangkan ke setiap dua bulan sekali. “Setiap triwulan akan dilakukan evaluasi, “tutup Aspan. (bca)

 

Redaktur : Fia