Bareng Polda Jambi, 25 Sumur Ilegal di Batanghari Ditutup

oleh
221 Kali Dibaca

BATANGHARI – Keberadaan sumur minyak illegal yang terbakar di Kabupaten Batanghari, mulai menjadi perhatian serius. Kondisi ini mengindikasikan masih maraknya pengeboran sumur tanpa ijin (illegal drilling) di wilayah tersebut.

Namun, sebanyam 25 titik sumur ilegal yang berada di area Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifudin dilakukan penutupan. Penutupan itu dilaksanakan oleh Polda Jambi, Polres Batanghari bersama Pertamina EP dan TAC Pertamina-Pusako Betung Senami Jambi (PBMSJ).
Dirkrimsus Polda Jambi, Kombes. Pol. Daniel Yudho Ruhoro, Kapolres Batanghari AKBP. M. Santoso, Pertamina EP Asset 1 HSSE Operation Manager Sigit Isbiantoro, Pertamina EP Jambi Field Legal & Relation Assistant Manager Ari Rachmadi, dan PBMSJ Field Manager Niko Akmal turun langsung melakukan penutupan.

Penutupan ini dilakukan dengancara penyemenan permanen. Sementara permukaan sumur dilakukan clearing menggunakan alat berat. “Ditutup dengan memasukan Suckrod (besi pejal) pada lubang sumur dan semen. Ini dilakukan agar tidak dapat dibuka kembali oleh oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab”, ujar Andrew selaku Pertamina EP Asset 1 Government & PR Assistant Manager.

Dalam kegiatan tersebut, Kepolisian Resort Batanghari mengamankan dan menyita barang bukti yang berada disekitar area sumur. Barang bukti tersebut berupa mesin motor, mini rig, besi-besi menara, tubing, katrol, timba/canting dan peralatan-peralatan lainnya yang selama ini digunakan untuk kegiatan pemboran sumur tanpa ijin.

Pihak Pertamina EP menyambut positif adanya sinergi yang baik antara para pihak lintas instansi. “Diharapkan penyelesaian permasalahan pemboran sumur minyak tanpa ijin tersebut tidak hanya sisi teknis penutupan saja. Namun juga adanya penindakan dan penegakan hukum terhadap para investor, distributor dan penampung,” pungkas Andrew. (*/boy/Tim)

Redaktur : Fia