Boyong APBN, Bidang Pertanian dan Tanaman Pangan Optimis Meningkat

oleh
308 Kali Dibaca

Merangin – Meningkatnya kualitas dan kuantitas produksi pertanian petani di Merangin, Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Merangin terus bekerja keras. Termasuk juga menggaet beberapa bantuan APBN.

Realisasi itu terbukti, di tahun 2019 kerja keras Dinas PTPH Merangin melalui Bidang Pertanian dan Tanaman Pangan yang dipimpin Pargito berhasil menerobos sejumlah alokasi dari Kementrian. Alokasi kegiatan itu sangat bermanfaat bagi petani Merangin sebagai upaya mewujudkan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas petani. Serta juga menunjang visi dan misi Pemerintah Kabupaten Merangin yang unggul di bidang pertanian.

Dijelaskan Pargito selaku Kabid Pertanian dan Tanaman Pangan Dinas PTPH Merangin pada awal tahun 2019. Pihaknya berhasil memboyong dana APBN. Alokasi kegiatan itu berupa bantuan benih tanaman tumpang sari diantaranya padi – jagung seluas 300 Ha, jagung – kedele seluas 400 Ja, kedele monokultur 300 ha, jagung monokultur 1.500 ha, Bantuan benih padi sawah varitas Inpari30 seluas 5.000 Ha, bantuan benih padi Gogo seluas 1.000 ha, kegiatan UPO (unit pengolahan pupuk organik) satu unit , berikut dengan sapi , bangunan kandang, kantor, sentrat (makanan vitamin sapi),

“Diawal tahun ini, berkat dorongan pak Bupati dan Kadis DPTPH petani kita banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, “ujar Pargito.

Selanjutnya, Pargito menyebutkan bahwa bantuan benih padi tersebut akan ditanam berkala. Diantaranya benih padi tanam pada musim di Maret- April sebanyak 2.655 Ha, kemudian pada Mei -Juni sebanyak 2.345 Ha. Jadi total penanaman mencapai 5.000 Ha. Selain itu, juga ditambah lagi bantuan bibit kacang tanah untuk 200 Ha.
“Bantuan ini langsung dari Direktur Tanaman Pangan melalui Kasi AKABI Kementrian Pertanian. Bantuan ini tersebar untuk kelompok tani yang ada di Kabupaten Merangin, “terangnya.

Tidak itu saja, Pargito menjelaskan melalui bidangnya. Di awal tahun ini petani Merangin telah mendapatkan bantuan Herbisida sebanyak 3 liter/hektar. Bantuan ini berjumlah sebanyak 700 Hektar yang bersumber dari APBD 1. Kemudiam ada juga bantuan 10 unit power tleser atau mesin perontok padi, 5 unit Kronseler atau perontok jagung, Powertleser Multiguna sebanyak 3 unit, OPH (unit pengolahan hasil) kedele 2 unit verikut dengan bangunan dan alat-alat pengolahan komplit.

“Selain bantuan bibit padi, jagung dan kedele, kita juga mendapatkan bantuan obat, alat mesin pertanian dan juga infrastrukturnya. Dengan adanya bantuan tersebut kita berharap hasil produksi dan penghasilan petani di Merangin makin meningkat, “terang Pargito.

Pargito berharap kedepannya Kabupaten Merangin bakal terus mendapatkan bantuan-bantuan dari Pemerintah Pusat. Bahkan pihaknya juga membidik pemenuhan kebutuhan-kebutuhan petani agar mampu mendapatkan hasil maksimal.

“Kita masih punya target kedepannya. Terutama kita berharap petani Merangin kembali mendapatkan 1 unit mesin gilingan padi RMU (resmiling unit) dan Drayer Ultra Fiolet (bangunan ruangan pengeringan gabah) sebanyak 1 unit,” tutup Pargito (boy)

Redaktur : Fia