33 sekolah dan 503 Siswa SMP UN dengan Kertas dan Pensil

oleh
504 Kali Dibaca

MERANGIN – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Merangin, belum bisa dinikmati semua pelajar. Pada UN yang digelar saat ini, dipastikan ada 33 sekolah dan sebanyak 503 pelajar UN dengan kertas dan pensil. Padahal, penerapan UNBK seyogyaya sudah diwajibkan sejak dua tahun lalu. Namun di Merangin masih ada sekolah yang belum menikmati fasilitas tersebut.

Kondisi ini terjadi selain disebabkan alasan klasik yakni jaringan dan kesiapan listrik. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin juga belum mampu mempersiapkan fasilitas komputer yang memadai untuk pihak sekolah.Menanggapi ini, Bupati Merangin H Al Haris mengakui hal itu. Bupati menyebutkan pada tahun 2020 nanti, Pemerintah Kabupaten Merangin akan mengambil langkah khusus. Langkah itu yakni mempersiapkan anggaran untuk ketersediaan fasilitas UNBK.

“Kita tetap akan menyediakan fasilitas itu. Dan tahun ini kita liat bagaimana bantuan fasilitas tersebut dari pusat. Dan Pemkab Merangin juga akan menggangarkan di APBD untuk menutupi kekurangan fasilitas itu,” kata Bupati disela-sela meninjau UN SMP di wilayah Bangko, Senin (22/4/2019). Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Merangin, M Zubir mengakui hal itu. Pada UN tingkat SMP tahun ini diikuti oleh 6.321 siswa yang tersebar di 131 sekolah. Sedangkan SMP yang melaksanakan UN berbasis kertas dan pensil sebanyak 33 sekolah dengan jumlah siswa 503.
“Sesuai dengan arahan pak Bupati, kedepan tentu kita berupaya menyegerakan ketersediaan fasilitas komputer yang memadai. Sehingga di Merangin tidak ada lagi sekolah yang menyelenggarakan UN dengan kertas dan pensil,” tutupnya. (hum/tim)

Redaktur : Fia