Satker Pamsimas Ingatkan Para KPSPAM Merangin

oleh
465 Kali Dibaca

MERANGIN – Para Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) Merangin, kembali dibekali pelatihan. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 3 hari dan ditutup Sabtu (18/5/2019) sekitar pukul 08.00 Wib. Pelatihan KPSPAMS ini ditutup langung oleh Satker Pamsimas Merangin, Aspan ST. Salah satu peserta KPSPAMS Didik H menyebutkan terimakasih kepada Pemkab Merangin serta Tim Satker Pamsimas yang sudah menggelar kegiatan tersebut. Kegiatan ini sebagai langkah memaksimalkan pengelola di KPSPAMS untuk memberdayakan SDM sebagai peningkatan sarana air bersih dan sanitasi. “Kami harap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Kegiatan ini nilai tambah untuk masyarakat dalam mengelola air bersih, “katanya.

Sementara itu, Satker Pamsimas Merangin Aspan ST menyebutkan pelatihan ini adalah rencana kerja dan agenda rutin Pamsimas Kabupaten dan Provinsi. Tentunya diharapkan para KPSPAMS dapat menambah ilmu sebagai pengelola Pamsimas di lapangan.
“Sejak tahun 2014 Merangin sudah ikut dalam Pamsimas. Sampai saat ini sudah 62 desa yang memiliki sarana Pamsimas. Di tahun 2019 ada 17 desa dari APBN dan 4 desa dari APBD, “jelasnya. Pelatihan ini, kata Aspan untuk mengingatkan kembali bagi desa agar prasarana Pamsimas yang ada lebih terawat. Ditegaskannya KPSPAMS selaku pengelola kegiatan Pamsimas yang sudah dibangun jangan di sia-siakan dan harus dikelola dengan baik.

“Jika tidak maka akan rugi, sebab air adalah kebutuhan pokok masyarakat. Terapkan semua ilmu yang didapat pada pelatihan selama tiga hari ini dan juga silahkan sharing dengan pengelola desa lain bagaimana mengelola Pamsimas dengan baik, “urainya. Diuraikan Aspan, Pamsimas merupakan cikal bakal BUMDes dan sudah banyak desa yang menjadikan sarana ini sebagai BUMDes. Selanjutnya sarana Pamsimas selesai dibangun langsung diserahkan ke masyarakat. “Fasilitas ini adalah milik masyarakat di desa dan bukan milik Pemkab tapi ini milik desa, Silahkan dikelola dengan baik. Bagi desa yang melaksanakan dengan baik, Pemerintah Pusat dan Pemkab tentu akan memberikan reward. Dan tahun ini ada 8 desa yang berhasil mengelola Pamsimas dan mendapatkan alokasi DAK senilai Rp 400 Juta. Selain sangat bermanfaat untuk masyarakat, desa penerima Pamsimas tentu dapat keuntungan jika sarana ini dikelola dengan baik, “tutupnya.

Redaktur : Fia