Iuran Rusunawa tak Masuk PAD di Merangin

oleh
485 Kali Dibaca

Merangin – ‘Rugi’ kata yang tepat untuk sebutan nihilnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Merangin yang berasal dari iuran para penghuni Rusunawa. Rusunawa itu dikelola pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Merangin. Potensi iuran yang harusnya masuk PAD itu malah membuat Pemkab merugi. Pasalnya sampai kini tidak ada serupiah pun masuk ke PAD. Sementara iuran para penghuni Rusunawa tersebut mencapai Rp 20 Juta perbulan. Angka itu terkumpul dari jumlah iuran bulanan dari penghuni Rusunawa mulai lantai satu sampai lantai lima.

Dijelaskan Tri Wahyuni selaku Kepala Rusun di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Merangin dibincangi BeritaVille.com Selasa (25/06/2019) mengatakan untuk saat ini Rusunawa belum diserah terima hibah dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kabupaten. Namun untuk pengunaan atau pengoperasian huniannya, pihaknya sudah ada surat dari pemerintah pusat atau Dirjen. “Kalau untuk PAD belum ada, karena belum dihibahkan ke kabupaten. Jadi untuk penggunaan huniannya sudah boleh. Hasilnya kita gunakan untuk biaya pemeliharaan, perawatan dan operasional kita, “terang Tri.

Tri juga menambah jika proses penyerahterimaan atau Hibah Aset tersebut masih butuh waktu. “Wai lamo lagi, Soalnyo jika di atas Rp 3-5 Milyar harus menunggu tanda tangan presiden dulu. Sekarang ini masih di Mensesneg, masih berapo lapis lagi itu, “terangnya. Ditanya sejak kapan mulai dihuni Rusunawa tersebut Tri menjelaskan sudah sejak November lalu. “Sejak November 15 persen, Desember 20 persen. Hunian mulai penuh sejak bulan April dan dana iuran tersebut kami gunakan untuk buat parkir, pagar dan ada yang lain lagi, “tutup Tri. (def)

Redaktur : Fia