Jalan Rusak, Akibat Armada Melebihi Kapasitas Jalan

oleh
518 Kali Dibaca

MERANGIN – Sejumlah ruas baik yang dibangun dari alokasi APBD Provinsi Jambi dan APBD Merangin, rusak parah. Kondisi ini dikarenakan masih melintasnya armada CPO, sawit dan material bangunan yang melebihi kapasitas kekuatan jalan.

Kondisi itu juga menjadi pertanyaan sejumlah fraksi di DPRD Merangin. Dibincangi, Plt Sekdin PUPR Merangin membenarkan ada sejumlah pertanyaan yang dilayangkan DPRD Merangin. Diuraikan Aspan, saat ini ruas jalan wilayah Margoyoso terdapat dua ruas jalan. Salah satunya Simpang Margoyoso – Air Hitam batas Sarolangun. Ruas jalan ini sejak tahun 2017 sudah meningkat statusnya sebagai jalan provinsi jambi. “Setiap tahun selalu mendapatkan alokasi dana dari Pemprov Jambi, “sebutnya.

Selanjutnya Aspan menyebutkan pada tahun 2019, Pemprov Jambi menganggarkan penanganan jalan dari Kampung 3 – Air Hitam dengan alokasi Rp 11 Miliar. “Di wilayah itu ada juga penanganan jalan Sumber Agung – Batas Tebo yang berstatus jalan kabupaten. Tahun ini mendapatkan alokasi anggaran Rp 4.5 Miliar, “tuturnya.

Terkait dengan armada angkutan melebihi tonase yang masih melintas pada ruas jalan provinsi dan kabupaten. Dan juga termasuk ruas jalan Muara Delang – Gading Jaya. Armada angkutan CPO ini, Pemkab Merangin melalui PUPR sudah mengambil langkah. Langkah tersebut berkordinasi dengan Dewan Jalan Kabupaten Merangin, serta juga pihak perusahaan PT SAL, PT Shogun baik angkutan Sawit dan CPO. Termasuk juga pengusaha material bangunan di kecamatan Tabir Selatan.

“Langkahnya pihak-pihak yang menggunakan jalan tersebut agar mengurangi tonase sesuai dengan kelas jalan. Untuk ruas jalan Provinsi Jambi maksimal 8 ton dan ruas jalan Kabupaten 6 ton. Kita juga sudah hearing dengan DPRD komisi 3. Tetapi pihak Dewan Jalan belum ada langkah kongkrit termasuk instansi yang berwenang, “jelasnya.

Jika melihat kondisi ini, umur rencana pemakaian jalan selama 20 tahun. Namun dengan kondisi ini maka diperkirakan selama lima tahun jalan bakal rusak parah. Kondisi itu karena armada yang melintas melebihi kelas jalan yakni 6 ton. (ket)

Redaktur : Fia