M Zuhdi Pimpin Perumda Tirta Merangin

oleh
99 Kali Dibaca

MERANGIM – Muhammad Zuhdi kembali dipercaya memimpin Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Merangin. Ini setelah putra asli Merangin itu, kemarin (29/6) dilantik Bupati H Al Haris sebagai Direktur Perumda Tirta Merangin. Pada acara pelantikan yang berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu bupati menegaskan, pelantikan tersebut menyusul telah rampung dan disahkannya Perda Merangin nomor 1 tahun 2019. Perda tentang Perumda Air Minum Tirta Merangin itu, merubah nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merangin, menjadi Perumda Air Minum Tirta Merangin.

‘’Semoga dengan dilantiknya kembali Bapak Muhammad Zuhdi ini akan menjadi spirit untuk lebih meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, ’’ujar Bupati dibenarkan Wabup H Mashuri.

Ditanya mengapa Muhammad Zuhdi bisa kembali menjabat, setelah dua periode menjadi direktur PDAM? Dijelaskan bupati, direktur punya prestasi kerja yang baik, sehingga boleh kembali dilantik. Direktur PDAM itu terang bupati, meskipun jabatannya lima tahun, namun setahun sekali pada setiap akhir tahun kinerjanya terus dievaluasi. Bahkan boleh enam bulan sekali kinerjanya diawasi bila terjadi hal-hal yang membahayakan.

Selain itu terkait periode direktur, juga sudah terjadi perubahan nama dari PDAM Tirta Merangin menjadi Perumda Air Minum Tirta Merangin. ‘’Dulu kondisi PDAM ini ‘sakit’, tapi berkat kerja keras direkturnya sekarang ‘sehat’, ’’terang Bupati. Jumlah pelanggannya jelas bupati, sudah banyak. Ini tentunya bisa mensejahterakan pegawainya. Bupati minta Perumda Air Minum Tirta Merangin dapat terus melayani masyarakat dengan kualitas air yang baik.

Jika ingin maju lanjut bupati, jangan halangi pemimpin ingin berbuat baik. Tidak jarang baru sedikit pemimpin membuat kebijakan, sudah muncul ‘surat kaleng’. Jika itu terjadi, tentu perusahaan akan sulit maju. ‘’Saya pernah melihat ada petugas pakai baju PDAM melewati jalan yang ada pipa bocor, airnya meliber ke jalan. Tapi setelah saya amati, petugas itu tidak berhenti perbaiki kebocoran. Ini artinya orang PDAM tidak merasa memiliki PDAM, ’’tegas Bupati.(hs/ket)

Redaktur : Fia