Populasi Sapi Ditargetkan Tembus 1200 ekor di 2019

oleh
331 Kali Dibaca

Merangin – Untuk mencukupi kebutuhan ternak di Kabupaten Merangin, Dinas Peternakan dan Perkebunan Merangin terus bergerak. Pasalnya, kebutuhan sapi di Merangin mencapai 4.000 ekor. Dikatakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perkebunan Merangin Agus Salim, Rabu (02/07/2019) saat ini produksi sapi masih ditingkatkan. Hal itu juga ditopang program Pemerintah Pusat yang bernama Upsusiwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) adanya program itu maka target populasi 1.000 ekor pertahun akan tercapa. “Ya dengan adanya program Pemerintah Pusat Upsusiwab ini populasi sapi kita trus meningkat di tahun 2019 ini kita menargetkan 1200 ekor lebih, karena prores kelahiran 2018 terjadi di 2019, “terang Agus.

Untuk target populasi 1.000 ekor pertahun ini djelaskan Agus adalah diprioritaskan melalui kawin suntik. Hal itu, terlepas dari penambahan kegiatan Bumdes dan APBD yang ada di dinas. “Dalam beberapa tahun ini pihak dinas tidak menyediakan program pengadaan bibit, karena kita memberi kesempatan kepada pihak Desa, sesuai dengan kondisi di desa masing-masing melalui Bumdes nya. Dan dari Bumdes hanya bisa mengadakan atau membeli 10 ekor sapi, “tambahnya.

Untuk wilayah yang menjadi target populasi sapi di Merangin ada di dua wilayah yakni Pamenang dan Hitam Ulu. Wilayah itu mendapatkan bantuan dosis dari pemerintah pusat sebanyak 2.700 Dosis, dengan target kebuntingan 1.800 ekor, dari target ini besar kemungkinan angka kelahirannya minimal 1.000 ekor. “Sementara kebutuhan ternak pertahun di Merangin membutuhkan 4.000 ekor. Untuk mencukupi kebutuhan ini kita suplai dari luar daerah. Dan untuk kendala dalam proses target populasi ini bisa dikakatakan tidak ada, “terang Kabid Peternakan tersebut.

“Untuk sapi yang dibawah pengawasan kita itu ada 17-19 ribu ekor. Secara teknis tidak ada pelatihan pelatihan, sesuai Tupoksi kita. Tugas kita adalah pembinaan kelompok, pengawasan, baik itu tentang keluar dan masuknya ternak, penyakitnya ternak, kesehatan, populasi, penyidikan atau penentuan penyakit ternak, “tutup Agus Salim. (def)

Redaktur : Fia