Tim Mabes Polri dan Dirjen Peternakan Sambangi RPH Merangin

oleh
459 Kali Dibaca

MERANGIN – Tindakan penyembelihan hewan dipantau serius Tim Pengawas Mabes Polri dan Dirjen Peternakan RI. Kali ini tim mendatangi Rumah Potong Hewan (RPH) Merangin. Monev ini dilakukan Selasa (27/08/2019) dan didampingi langsung Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Merangin. Monev ini dilakukan lantaran Merangin meraih peringkat tiga Nasional soal kerja sama pencegahan pemotongan hewan ternak betina produktif. Kerjasama Disnakbun Merangin dalam pengawasan pemotongan hewan ternak betina produktif terjalin baik dengan pihak kepolisian. Baik itu tingkat Polsek, Polres, maupun Polda Jambi.

Kepala Disnakbun Merangin Koprawi menyebutkan kerjasama bidang pengawasan pemotongan hewan ini sudah lama terjalin. Dan hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4). Setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif dengan sanksi kurungan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dan denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta.

“Sekarang tidak bisa lagi asal potong hewan, sebaiknya harus di RPH. Hal ini untuk mencegah kepunahan, agar hewan dapat terus berkembang biak, dan kedepan kebutuhan akan ternak tidak perlu imfor dari luar lagi, jika ada yang melanggar hal tersebut akan dikenakan sanksi,” terangnya. Koprawi juga menjelaskan kerjasama Disnakbun dengan Kepolisian terkait pemantauan di Rumah Potong Hewan (RPH) Merangin. RPH ini selalu dijaga piket petugas kepolisian yang berjumlah 6 petugas permalam. “Ini sudah lama kita canangkan. Sebelum hewan disembelih dilakukan pemeriksaan baik jenis kelamin dan kesehatan. Penyembelihan hewan sebaiknya di RPH. Di RPH sudah ada tim terlatih dan lengkap dengan tim pemeriksa kesehatan hewan,” pungkas Koprawi. (def)

Redaktur : Fia