Dukungan Waket Golkar Merangin ke CE, Dibalas Santun Oleh Al Haris

oleh
501 Kali Dibaca

MERANGIN – Pernyataan sikap dan dukungan politik yang dilakukan Wakil Ketua Golkar Merangin Herman Tri Efendi, ke bakal calon Gubernur Jambi H Cek Endra, berbuntut panjang. Pertemuan pada Selasa (8/10), malam di salah satu restoran SCI tersebut, malah dibalas santun oleh Ketua Harian Golkar Merangin H Al Haris.

Pada pertemuan itu, Herman Tri Efendi hadir bersama pengurus teras Golkar Merangin yakni Hery S Mohza (Taboy), Mulyadi anggota DPRD, Rony, serta berapa kader Golkar Merangin. Terkait pertemuan dan dukungan yang dilakukan Waket Golkar Merangin, Ketua Harian Golkar Merangin H Al Haris memilih iklas dan legowo.

Menurut Al Haris, ia sangat bangga kepada pengurus Golkar Merangin yang ikut mendampingi Bakal Cagub Provinsi Jambi CE saat bersosialisasi. “Saya sangat legowo dengan tindakan pengurus Golkar Merangin yang ikut dan mendampingi CE bersosialisasi di cafe SCI, “kata Al Haris.

Namun, dalam hal ini Al Haris mengingatkan agar pengurus dan kader Golkar memahami etika politik. Sebab Partai Golkar punya beberapa calon yang akan maju di Pilgub Jambi. “Saya berharap kader dan pengurus partai memahami. Jangan terkesan Partai Golkar hanya milik salah satu Bakal Calon saja, “tutur Al Haris.

Sebab sampai saat ini, Al Haris menyebutkan bahwa Dewan Pimpinan Daerah (DPD) masih menunggu keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Berdasarkan komunikasi dengan Sekjen Golkar calon yang diusung berdasarkan hasil survey.

“Hasil pembicaraan saya dengan Sekjen di Jakarta sebagai Partai Besar, Golkar tetap mengacu pada hasill survey, “tambah Al Haris lagi. Sejauh ini, sambung Al Haris, dirinya telah mengirim surat ke DPP Partai Golkar guna ikut bersosialisasi sebagai Calon Gubernur. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk loyalitas dan bagian etika politik terhadap Partai.

“Saya resmi mengirim surat permohonan izin ke DPP Golkar untuk bersosialisasi sebagai Calon Gubernur. Ini saya lakukan sebagai bagian dari etika politik saya terhadap partai, “ungkapnya.

Selanjutnya, Al Haris mengatakan bagi orang-orang dekat yang hadir dalam pertemuan tersebut, itu hanya dinamika politik. Dan ia mengungkapkan tak ada kawan abadi yang ada hanya kepentingan abadi. Seperti halnya nasehat yang pernah diajarkan ayahandanya yakni Hasan Basri Agus (HBA).

“Jika engkau pernah berbuat baik untuk seseorang, lupakan kebaikan dan jasamu pada orang itu. Tapi manakala, engkau pernah ditolong dan menerima kebaikan orang, ingatlah jasa dan kebaikannya. Suatu saat nanti tekadkan dihatimu untuk membalas kebaikannya. Itulah bunyi nasehat ayahanda dan masih dipegang teguh sampai hari ini, “pungkasnya. (ket)

Redaktur : Fia