Jadi Contoh Nasional, PKAT Binaan SKK Migas-PetroChina Bangkitkan Kesejahteraan KAT-SAD

oleh
190 Kali Dibaca

SAROLANGUN – Kegiatan Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Suku Anak Dalam (SAD) binaan SKK Migas-PetroChina International Jabung Ltd, mendapat apresiasi dari Mentri Sosial. Bahkan program tersebut ditetapkan sebagai lokasi etalase percontohan Nasional.

Kegiatan peresmian dengan tema Sinergi Program PKAT dengan CSR Hulu Migas, Senin (14/10) di lokasi Suku Anak Dalam Pematang Kolim, Desa Gurun Tuo, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut diresmikan langsung Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Gubernur Jambi H Fachori Umar.

Ternyata program ini menjadi satu dari tiga kegiatan yang ditetapkan Kemensos sebagai Etalase Percontohan Nasional di seluruh Indonesia. Dikesempatan ini Mensos juga menyerahkan piagam penghargaan sebagai apresiasi program sosial SKK Migas-PetroChina untuk komunitas SAD. Pada kegiatan itu juga dihadiri Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro, Kepala SKK Migas Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo, VP Human Resources & Relations PetroChina Dencio Renato Boele, Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri serta tokoh masyarakat dan warga SAD.

Selain menyerahkan piagam, Mensos meresmikan program bantuan CSR dari SKK Migas-PetroChina yang meliputi paket sarana air bersih dan MCK komunal, paket pusat belajar dan bermain anak, paket pelatihan penghidupan berkelanjutan dan paket bantuan mata pencaharian alternatif (MPA) yaitu budidaya lele kualitas ekspor, kambing Jawa dan ayam kampung. Fasilitas air bersih dan pusat kesehatan dan belajar telah dinikmati warga Suku Anak Dalam sejak awal tahun ini. Bantuan ini diberikan untuk warga di Desa Gurun Tuo, Bukit Suban dan Pulau Lintang di Kabupaten Sarolangun dengan total nilai mencapai Rp. 1.231.981.000,-.

“Pengembangan Etalase Lokasi Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil tidak terbatas pada pembangunan fisik berupa sarana dan prasarana atau pembangunan ekonomi berupa mata pencarian untuk meningkatkan pendapatan warga KAT saja. Tetapi juga mendorong terbangunnya perubahan sikap, perilaku, dan nilai-nilai yang mendukung perubahan dengan tetap mendayagunakan dan memelihara nilai-nilai kearifan lokal, ”ujar Mensos.

Menurutnya, dukungan dan tindak lanjut dari banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, lembaga kesejahteraan sosial dan masyarakat umum menjadi sangat penting. “Sinergi dan kolaborasi diantara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/ Kota, dan dunia usaha diberbagai lokasi akan didorong sebagai model terpadu dan etalase/ percontohan pemberdayaan KAT, ”jelasnya.

Pada sambutannya, Sekretaris SKK Migas Murdo Gantoro menyampaikan program pemberdayaan KAT ini adalah sinergi antara Kementerian Sosial dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“SKK Migas sebagai wakil Pemerintah dalam pengelolaan kegiatan hulu Migas, senantiasa mendorong para kontraktor Migas untuk peduli dan berpartisipasi dalam pembangunan. Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil atau PKAT, yang digagas oleh Kementerian Sosial tersebut, segera disambut baik oleh SKK Migas – PetroChina, ”ujar Murdo.

Sementara itu VP Human Resources & Relations PetroChina Dencio Renato Boele, menyatakan program-program ini bentuk nyata dukungan industri hulu Migas bagi pemberdayaan komunitas adat di Indonesia. “PetroChina percaya bahwa hasil dari industri hulu Migas harus dapat dinikmati semua kalangan, termasuk komunitas adat terpencil. Besar harapan kami kedepannya, kerjasama yang telah terbangun dengan sangat baik ini akan dapat dilanjutkan dan kita tingkatkan lagi, agar kita dapat mewujudkan program-program yang memberikan manfaat besar bagi pemberdayaan masyarakat di Provinsi Jambi, “ungkapnya.

Selain itu, Gubernur Jambi H Fachrori Umar berharap kegiatan ini menjadi momentum dan katalisator pembangunan Komunitas Adat Terpencil – Suku Anak Dalam. Sehingga kualitas hidup dan kehidupan KAT terus meningkat melalui sentuhan program pembangunan tepat guna dan tepat sasaran.

“Mari berkontribusi dan bersinergi dalam upaya pemberdayaan KAT dalam berbagai sektor, baik dari sektor pendidikan, kesehatan, sanitasi, perumahan, teknologi tepat guna maupun pemberdayaan secara berkelanjutan, ”kata Gubernur.

Pada kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan prasasti dan peninjauan program pengembangan kolam lele serta peternakan ayam kampung dan kambing Jawa.(ket/*)

Redaktur : Fia