Rakor Sosbud, Garap Isu Strategis dan Program Prioritas

oleh
187 Kali Dibaca

MERANGIN – Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, H Hendri Maidalef, Kamis (28/11) membuka langsung Rapat Koordinasi Bidang Sosial, Budaya dan Administrasi Pemerintahan Bappeda Merangin. Pada Rakor ini Sekda didampingi langsung Kepala Bappeda Merangin, serta Sekban Geologi Antonius Ratdomopurbo.

Dikesempatan ini, Sekda menegaskan ada isu strategis pembangunan di Merangin khususnya di Bidang Sosbud dan Administrasi Pemerintahan. Isu itu antara lain masih rendahnya kualitas SDM yang diukur dengan IPM dan tiga dari empat indikator IPM Merangin masih dibawah provinsi.

“Ini perlu jadi perhatian kita bersama. Indikator itu berupa rata-rata harapan lama sekolah, lama sekolah dan pengeluaran Perkapita. Isu selanjutnya yakni Stunting. Dan tahun 2020 Pemkab Merangin menjadi lokus Stunting , “jelas Sekda.

Khusus Stunting, diuraikan Sekda, Merangin termasuk daerah dengan prevalensi penderita Stunting tinggi di angka prevalensi 35,01 persen. Sehingga ini perlu dilakukan percepatan penurunan angka stunting. Hal ini menjadi perhatian daerah untuk fokus menurunkan jumlah kasus Stunting.

“Ini harus diselesaikan secara terintegrasi dengan lintas sektor bukan hanya Pemkab tapi juga Pemdes,” jelasnya.

Selanjutnya, Sekda menyebutkan pada 19 November 2019, Kabupaten Merangin telah menerima penghargaan Swasti Saba Padapa dari Mendagri dan Menkes RI. Penghargaan ini merupakan apresiasi Pemerintah Pusat ke Pemkab Merangin yang sudah menyelenggarakan Kabupaten Kota Sehat (KKS).

Terakhir, isu yang perlu jadi perhatian yakni ketersediaan data base Sosbud yang valid dan akurat. Pasalnya, perencanaan yang baik berawal dari ketersediaan data yang valid.

Terkait hasil kajian dan penelitian pusat survey geologi, Badan Geologi Kementrian ESDM RI dan telah dilakukan penyerahan buku Kaldera cetakan kedua. Buku ini bukan hanya ke Pemkab tetapi juga unsur pendidikan.
“Kita menyambut baik hal ini. Pastinya kita berharap masyarakat termasuk siswa mengetahui di Merangin ada sejarah geologi yang patut dibanggakan. “Kaldera Masurai ini merupakan warisan geologi yang bisa dimanfaatkan dalam mendukung pembanguban daerah yang berkelanjutan, “tutup Sekda. (ket)

Redaktur : Fia